Mencari dan Memotret Simetri

Mata merupakan salah satu organ yang menjadi penghubung ke otak untuk menerima informasi berupa gambar yang tertangkap. Salah satu yang menjadi daya tarik mata terhadap objek yang dilihat adalah sesuatu yang berukuran sama atau simetri. Hal ini menjadi dasar dari ketertarikan dari mata, pasalnya mata menyukai hal-hal atau benda-benda yang teratur.

Ternyata objek yang simetri juga menjadi daya tarik tersendiri ketika akan memotret. Maka dari itu, mata dituntut untuk mengetahui dengan jelas suatu objek yang simetri sehingga menghasilkan gambar yang menarik. Simetri sendiri terdapat dua wujud, simetri rotasional yaitu bentuknya akan tetap sama apabila diputar, kemudian juga terdapat wujud simetri bilateral yaitu terlihat menyerupai cermin yang mana objek tersebut terlihat separuh dan separuhnya memiliki bentuk yang sama.

Mencari Dan Memotret Simetri

Untuk mendapatkan bentuk simetri, kita harus mengambil beberapa angle atau posisi di tempat dan waktu yang tepat sebab simetri tidak bisa nampak begitu saja. Berikut mencari dan memotret simetri berdasarkan tempat yang perlu kamu ketahui:

  1. Simetri Struktural

Tempat ini biasanya dijumpai dengan bentuk struktural yang beragam dan banyak, jika kita sudah mendapatkan angle dengan struktur yang sama maka kita harus mengunci angle yang dirasa pas tersebut. Kemudian segera memotret gambar yang sudah simetri tersebut agar tidak berubah.

  1. Simetri Alam

Untuk mendapatkan simetri alam kamu bisa terjun ke lapangan baik di taman, kebun atau tempat terbuka lainnya yang sekiranya akan memberikan hasil gambar simetri yang pas. Sebagai uji coba kamu bisa memotret sehelai daun atau bunga yang dirasa memiliki bagian-bagian yang simetri.

  1. Corner of the building

Jika kamu merasa kesulitan untuk mendapatkan objek foto simetri di ruangan terbuka maka kamu bisa memanfaatkan di dalam bangunan. Tidak sedikit bangunan memiliki desain atau arsitektur yang simetri. Hal ini bisa kamu lakukan untuk mengasah mata kamu agar terbiasa melihat benda simetri.

Untuk melatih mata agar bisa melihat benda simetri memang diperlukan waktu dan bertahap karena untuk mendapatkan objek simetri tidak secara langsung. Namun, kamu akan terbiasa melihat benda atau ruang yang simetri jika kamu rajin untuk mempelajari serta mempraktikannya.

Pengertian GN (Guide Number) pada Flash

Berbicara mengenai kamera yang dilengkapi flash, tentunya tak akan lepas dari yang namanya pengertian GN (Guide Number) pada flash. Terkait hal tersebut, perlu untuk dipahami terlebih dahulu bahwa GN (Guide Number) di sini berarti sebuah angka yang menunjukkan kemampuan jangkauan maksimum pancaran cahaya pada flash atau lampu kilat dari sebuah kamera. Sehingga, secara logika pun bisa dikatakan bahwa semakin tinggi angka GN dari sebuah flash maka tentu saja jangkauan jarak cahaya kilat tersebut akan semakin jauh dan lebar. Tentu saja, dari pengertian GN (Guide Number) pada flash tersebut setidaknya teman-teman memiliki gambaran apa itu GN pada sebuah kamera.

Pengertian GN (Guide Number) Pada Flash

Di lain sisi, kaitannya dengan topik mengenai pengertian GN (Guide Number) pada flash ini, Guide Number (GN) pada flash kamera sendiri memang sebelumnya sudah ditentukan oleh produsen atau pabrik dari flash itu sendiri yang sudah diuji dan didasarkan atas daya pancar sinar yang tepat pada obyek di mana sebelumnya sudah diukur dengan diafragma. Maka dari itu, dengan kita mengetahui dan memahami Guide Number pastinya kita akan sanggup menghitung jarak subyek yang optimal atau bukaan yang dibutuhkan. Tentu saja, meski terbilang sepele namun dengan kita memahami pengertian GN (Guide Number) pada flash pastinya kawan-kawan akan lebih bisa memperhitungkan penggunaan kamera saat akan membidik obyek dengan menggunakan flash.

Di samping itu, dalam pengertian GN (Guide Number) pada flash ini pun juga memiliki ukuran jarak atau perhitungan jangkauan sendiri. Di mana, pada saat eksposur terbaik didapatkan oleh obyek dari pencahayaan maka ada rumus untuk mengukur eksposur tersebut. Rumus tersebut yaitu GN = Aperture x Jarak obyek ke flash dengan catatan kondisi standar pada ISO berukuran 100.

Nah, tentu saja dengan dasar perhitungan rumus dari pengertian GN (Guide Number) pada flash tersebut, bisa dipastikan kawan-kawan juga bisa menentukan jarak ideal antara obyek dengan flash, Bahkan, penentuan jarak ideal ke obyek dengan flash dan nilai aperture pun bisa dihitung menggunakan rumus Jarak obyek ke flash = GN / Aperture. Sedangkan, Aperture = GN / Jarak obyek ke flash. Nah, dengan demikian maka bisa dikatakan bahwa pengertian GN (Guide Number) pada flash perlu untuk dipahami bagi sobat yang ingin menyelam dalam dunia fotografi.

Elemen Komposisi dalam Fotografi

Perlu Anda ketahui bahwa di dalam dunia fotografi maupun desain, dikenal enam elemen penting yang menyusun komposisi. Keenam komposisi tersebut adalah garis (line), bentuk (shape), wujud (form), tekstur (texture), pola (pattern), dan warna (color). Pada kesempatan kali ini, DIY Kamera akan mengupas elemen tersebut satu persatu.

Elemen Komposisi Dalam Fotografi

  1. Garis

Dari keenam elemen yang disebutkan di atas, garis merupakan elemen terpenting karena tanpa adanya garis, maka tidak akan ada bentuk, dan tanpa ada bentuk, maka tidak akan ada wujud. Tanpa garis serta bentuk, maka tidak akan ada pola. Di kehidupan sehari-hari, kita sering melihat elemen ini seperti horizon (garis cakrawala), alur sungai, garis pantai, pematang sawah, jalan, rel kereta api, tangga, dan sebagainya. Pada dasarnya, garis dibagi menjadi empat jenis, yaitu horizontal, vertikal, diagonal, dan lengkung.

  1. Bentuk

Bentuk bersifat lebih fundamental dibanding elemen lainnya. Pada prinsipnya, bentuk memberikan foto Anda sebuah identitas yang jelas, sehingga orang yang melihat tidak perlu menebak-nebak. Implementasi lebih jauh, bentuk geometri juga bisa Anda gunakan sebagai patokan dalam menyusun beberapa obyek dalam foto sehingga akan terlihat lebih dinamis dan tertata.

  1. Wujud

Elemen wujud ini pada dasarnya merupakan tiga dimensi dari elemen bentuk (shape). Elemen wujud adalah ketika kita melihat tiga dimensi dari objek dalam gambar dan elemen tersebut, sehingga akan memberikan kedalaman fokus dari gambar. Seperti contohnya, bentuk sebuah jeruk terlihat seperti bola (3 dimensi) dan bukan seperti sebuah piringan (2 dimensi). Untuk menekankan bentuk subyek dalam fotografi, penggunaan cahaya dan bayangan sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Tekstur

Tekstur yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda, yakni antara lain halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan sebagainya. Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.

  1. Pola

Pola adalah elemen grafis yang berulang-ulang tampil dalam frame. Pengulangannya bisa berupa pengulangan garis, bentuk, warna, atau objek, baik secara teratur atau acak. Banyak kita jumpai pola yang ada di sekitar kita. Kumpulan pola yang sama sering kita lihat pada jendela-jendela, tangga, atau pola pada sebuah daun. Kadang-kadang obyek yang paling sederhana pun dapat tampil menarik berkat adanya pola ini.

  1. Warna

Warna akan memberikan kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu memunculkan mood color dengan sempurna atau keserasian warna-warni dari sebuah foto yang menonjolkan unsur keindahan.

Cara Menggunakan Teknik

Tampaknya, ada banyak sekali teknik fotografi yang perlu diketahui, salah satunya yaitu cara menggunakan teknik strobist. Bukan tanpa alasan mengingat teknik Strobist ini justru jarang digunakan oleh para fotografer pemula. Padahal, teknik fotografi yang satu ini jika diterapkan dengan benar maka akan menghasilkan foto yang tampak lebih smooth dan menarik. Dengan begitu tentu saja pemahaman mengenai bagaimana cara menggunakan teknik strobist ini cukup penting untuk kawan ketahui.

Cara Menggunakan Teknik Strobist

Di samping itu, terkait dengan topik mengenai cara menggunakan teknik strobist ini, perlu untuk kawan pahami terlebih dahulu bahwa Strobist merupakan teknik fotografi yang mendayagunakan penggunaan lampu kilat (speedlight/flash) namun tidak terpasang pada Hot Shoe kamera. Dengan kata lain, Strobist sendiri merupakan salah satu teknik dalam aktivitas pemotretan yang menggunakan lampu kilat atau flash secara terpisah. Lalu, setelah tahu pengertian teknik stobist, lantas bagaimana sih cara dari cara menggunakan teknik stobist itu?

Nah, terkait dengan cara menggunakan teknik storbist ini, ada beberapa langkah yang perlu untuk kawan lakukan untuk menerapkan cara tersebut, di antaranya sebagai berikut :

  1. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mencoba cara menggunakan teknik Storbist ini yaitu dengan memposisikan lampu flash secara sejajar atau seposisi di depan obyek secara menyamping. Sobat bisa menggunakan light stand.
  2. Atur Ambient Exposure di lokasi yang mana sobat akan mengambil foto. Dalam hal ini, kawan-kawan bisa melakukannya dengan mengatur Shutter Speed. Namun, jikalau sobat mengatur pada level rendah maka cahaya latar belakang akan menjadi lebih terang. Dan, untuk level tinggi, cahaya lingkungan akan lebih gelap.
  3. Selain itu, cara menggunakan teknik strobist ini pun kawan-kawan perlu melakukan posisi atau jarak antara kamera dengan obyek yang akan difoto.

Tak hanya itu saja, bahkan dalam cara menggunakan teknik storbist ini pun memang dihadirkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi kesulitan dalam membawa pencahayaan studio ke luar ruangan. Bahkan, menariknya bahwa teknik unik ini bisa juga digunakan di semua lokasi. Dengan demikian, cara menggunakan teknik storbist pun menjadi hal sepele dalam aktivitas fotografi namun cukup penting sebagai penunjang pemotretan, terutama yang berkenaan dengan flash.

Cara Memotret Air Terjun

Ada banyak teknik dasar dalam dunia fotografi yang patut sobat coba, salah satunya yaitu cara memotret air terjun. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa dalam pemotretan air terjun ini tentunya memiliki banyak variasi yang bisa dicoba. Bahkan, foto air terjun pun juga bisa dikatakan memiliki tantangan tersendiri dengan teknik yang unik. Maka dari itu, untuk mengetahui rahasianya, kini kita akan bahas bagaimana cara memotret air terjun dengan mudah.

Cara Memotret Air Terjun

Sekilas tampaknya teknik terkait dengan cara memotret air terjun ini umumnya hanya sekedar mengambil gambar di air terjun. Namun, selain itu ada teknik lain yang dipastikan bakal memberikan kesan indah dan tampak lebih natural. Oleh sebab alasan itulah maka pada pembahasan kali ini tak ada salahnya jika kita ketahui cara memotret air terjun. Yuk, kita simak bersama tipsnya.

Cara Memotret Air Terjun

Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana langkah-langkah atau cara memotret air terjun dengan benar. Untuk lebih jelasnya, simak saja ulasannya di bawah ini.

  1. Perlu diketahui bahwa dalam cara memotret air terjun, untuk pencahayaan yang terbiak yakni pada saat mendung. Sebab, Awan mendung sangat diperlukan sebagai difuser cahaya matahari agar kita mendapatkan shutter speed yang relatif lambat.
  2. Usahakan atur shutter speed dengan kecepatan 1 atau 1.6 detik supaya mendapatkan foto air terjun yang tampak pecah atau blur dan halus seperti kapas. Di samping itu, untuk mendapatkan kecepatan shutter tersebut teman-teman tentunya butuh untuk menggunakan aperture sekitaran f/16 atau bahkan lebih kecil.
  3. Selain itu, guna mengurangi intensitas atau jumlah cahayanya maka gunakan filer ND atau. Fitur ini terbilang sangat perlu sekali bahkan wajib ada ketika akan digunakan untuk memotret air terjun. Di mana dengan demimian mayang berarti juga mengurangi shutter speed agar mengakomodasi pengurangan cahaya, tentu tanpa merubah warna subyek.

Nah, itulah tadi kawan ulasan mengenai cara memotret air terjun yang bisa sobat coba sendiri di rumah. Sekian dan semoga cara memotret air terjun yang telah dibagikan di atas bisa dijadikan salah satu gaya fotografi yang sangat banyak digemari oleh para konsumen.

 

Cara Membuat Efek ROL pada Foto

Apakah kawan-kawan sudah tahu apa itu efek ROL dan bagaimana cara membuat efek ROL pada foto itu? Sebelum jauh membahasnya, perlu untuk diketahui dulu bahwa sebenarnya ROL sendiri merupakan singkatan dari Ray of Light. Di mana ROL sendiri merupakan teknik membuat efek dari cahaya yang tertangkap kamera. Memang, dalam proses pemotretannya sendiri, membuat efek cahaya atau efek ROL asli terbilang cukup sulit mengingat kita membutuhkan moment yang sangat tepat agar efek dari Ray of Light ini tertangkap kamera dengan baik. Nah, lalu bagaimana sih cara membuat efek ROL pada foto?

Terkait dengan cara membuat efek ROL pada foto, sebenarnya lebih cenderung pada fotografi desain. Di mana, efek cahaya ini didapatkan dengan mengeditnya menggunakan aplikasi. Sehingga, bisa dikatakan bahwa Ray of Light dalam dunia fotografi ini cenderung lebih kepada seni kita dalam menghias hasil bidikan pertama untuk diedit menjadi lebih terkesan berseni tinggi. Tentu saja, untuk mendapatkan hasil fotografi desain ROL tersebut, ada car membuat efek ROL pada foto yang bisa sobat coba sendiri.

 

Nah, dalam menerapkan cara membuat efek ROL pada foto, kali ini kita akan membuatnya dengan menggunakan Photoshop. Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan efek ROL dengan Photoshop ini ada beberapa langkah yang perlu diterapkan, antara lain sebagai berikut :

  1. Di langkah awal dalam cara membuat efek ROL pada foto ini, buka Photoshop kemudian pilih foto yang akan kita edit untuk diberikan tambahan efek ROL. Tapi, perlu diingat bahwa sebelum lanjut ke langkah berikutnya, usahakan duplicate layer.
  2. Klik Image – Adjusment – Treshold. Perlu dipahjami bahwa Treshold sendiri berguna untuk mengidentifikasi area highlight sebagai sumber cahaya dari letak posisi ROL berasal.
  3. Berikutnya, klik Filter – Blur – Radial Blur. Sampai pada tahapan cara membuat efek ROL pada foto di Photoshop ini, perhatikan kotak isian Radial Blur. Umumnya, Amount memiliki angka yang lebih sebar supaya efek ROL tampak lebih jelas. Isi saja dengan angka 80, lalu centang Blur Method Zoom, Quality Best.
  4. Gantilah layer blending mode dari normal ke screen.
  5. Selanjutnya, cara membuat efek ROL pada foto, atur intensitas ROL dengan mengeklik Create New Fill or Adjusment Layer dan pilih Levels.
  6. Berikutnya, tekan ALT dan klik pada garis yang letaknya berada antara layer background copy dan layer levels 1.

Nah, sampai langkah keenam dari cara membuat efek ROL pada foto sobat bisa mempertegasnya dengan mengatur Exposure layer Background. Sehingga, akan tampak lebih dramatis dengan efek yang justru terkesan natural. Demikian ulasan mengenai cara membuat efek ROL pada foto, semoga bisa bermanfaat.

Cara Membersihkan Lensa Kamera DSLR

Memiliki sebuah kamera DSLR, tentu juga harus tahu perawatannya, termasuk dengan cara membersihkan lensa kamera DSLR dengan benar. Pasalnya, seperti yang sudah kita ketahui bahwa lensa merupakan salah satu sektor yang sangat penting pada sebuah kamera mengingat kualitas foto akan dipengaruhi dari lensa yang selalu dijaga kebersihannya. Maka dari itu, bagi para fotografer pemula, sangat perlu untuk tahu bagaimana cara membersihkan lensa kamera DSLR dengan benar.

Cara Membersihkan Lensa Kamera DSLR

Di sisi lain, dalam menerapkan cara membersihkan lensa kamera DSLR pun ada beberapa teknik yang tak sembarangan. Sebab, jika proses pembersihan lensa dilakukan dengan sembarangan maka tak menutup kemungkinan akan membuat lensanya menjadi tergores atau rusak. Maka dari itu, untuk tahu beberapa cara membersihkan lensa kamera DSLR yang benar, simak saja ulasannya di bawah ini.

Cara Membersihkan Lensa kamera DSLR

Untuk melakukan tahapan cara membersihkan lensa kamera DSLR, berikut langkah-langkah yang perlu kawan lakukan. Antara lain :

  1. Cara membersihkan lensa kamera DSLR yang pertama yakni lepas dulu filter kamera yang terpasang pada lensa. Lepaskan juga lens hood jika lensa kamera DSLR sobat menggunakannya untuk melindungi kamera dari sinar UV.
  2. Tiup atau usap dengan kuas lembut pada bagian lensanya untuk mencegah terjadinya goresan oleh debu.
  3. Kemudian, gunakan cairan pembersih untuk menerapkan cara membersihkan lensa kamera DSLR ini. Cairan ini digunakan sebagai langkah untuk mengangkat sidik jari maupun kotoran lain yang tertempel pada lensa atau pun filter.
  4. Pada tahapan proses pembersihan, jangan lupa gunakan kain microfiber yang memiliki struktur lembut agar nantinya tak menggores lensa.
  5. Kemudian, bersihkan satu per satu bagian lensa tersebut secara perlahan dengan kain microfiber yang telah diolesi cairan pembersih khusus lensa kamera.
  6. Jika sudah, diamkan sesaat lalu pasang kembali filer kamera dan lens hoodnya.

Tak terlalu sulit kan kawan? Setidaknya, dari beberapa cara membersihkan lensa kamera DSLR di atas, tentunya teman-teman sudah bisa memiliki gambaran bagaimana proses pembersihan yang benar. Semoga, langkah-langkah di atas bisa membantu kawan-kawan dalam menjaga lensa kamera DSLR agar tetap bersih.

Cara Cek Jumlah SC (Shutter Count) pada kamera

Untuk mengetahui berapa banyak Shutter Count di kamera DSLR, tak perlu bingung mengingat ada cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR yang mudah diterapkan. Memang, shutter count sendiri merupakan jumlah keseluruhan pemencetan shutter pada kamera untuk menghasilkan satu foto. Meski terbilang sepele namun ternyata ada keuntungan dengan kita mengetahui cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR.

Cara Cek Jumlah SC (Shutter Count) Pada Kamera DSLR

Nah, keuntungan dengan kita paham cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR yaitu akan diketahui sampai kapan daya tahan kamera kita masih bisa bekerja dengan baik. Selain itu, keuntungan lain yang didapatkan pun juga berguna buat kawan yang ingin membeli kamera DLSR bekas di mana hanya dengan mengetahui jumlah shutter count maka kita akan tahu berapa lama lagi kamera sanggup bekerja secara optimal. Nah, untuk mengetahui cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR, simak saja langkah-langkahnya di bawah ini.

  1. Langkah pertama dalam cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR yaitu bisa diketahui dengan membuka website exif.regex.info. Nanti akan muncul tampilan dengan beberapa kotak pilihan, pilih saja choose file.
  2. Ketika muncul dialog maka pilih foto yang ada di komputer kemudian klik saja OK.
  3. Kemudian, klik View Image From File. Sampai pada tahapan cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR ini, tunggu sesaat supaya program bekerja sampai muncul tampilan baru.
  4. Nah, setelah itu nantinya akan muncul data EXIF di mana untuk mengetahui shutter count ke berapa, tarik ke bawah. Jika sulit maka manfaatkan saja fitur search/find di browser lalu ketikan Shutter Count.
  5. Di sisi lain, kita juga bisa mendownload program khusus yang berfungsi untuk melihat daya EXIF.

Sampai di sini, tentunya kawan-kawan sudah bisa bagaimana cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR. Sehingga, kita bisa mengetahui kapan kamera sanggup memberikan kinerja maksimalnya. Semoga pembahasan mengenai cara cek jumlah SC (Shutter Count) pada kamera DSLR di atas bisa bermanfaat dan sampai jumpa.